Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB)

August 25, 2010 at 9:42 am Leave a comment

Tanggal 16 Agustus 2010 adalah hari pertama PM dari universitas. Mahasiswa baru (Maba) disuruh dateng jam 5.30 dan membawa karton, beras serta buku. Karena fakultas aku ingin jadi yang terdepan, maka kumpul jam 5.15.

Hari itu pun tiba. Aku diantar ayah naik motor. Kami pergi setelah solat subuh, sekitar jam 5 kurang 10. Ayah tau aku tidak suka terlambat, apalagi ini hari pertama. Aku meminta ayah untuk lebih cepat. Jalanan masih sepi. Aku melihat ada juga Maba lain yang diantar menuju Dipatiukur. Perasaan agak lega. Toh ada juga yang baru berangkat. Tapi mereka bukan mahasiswa Fakultas pertanian (Faperta). Ah!

Ayah melaju lebih cepat. dingin. setelah melewati fly over kiaracondong, ayah mengambil jalur lambat. Masih dalam keadaan cepat, tapi tidak terlalu cepat. Ayah melihat ada bapak-bapak setengah tua ada di badan jalan, seperti mau menyebrang. Karena Bapak itu masih dipinggir, ayah tetap melaju. Tapi entah mengapa tiba-tiba bapak-bapak itu ada di tengah jalan. Ayah kaget. tidak sempat ngerem dan Brak!

Aku yang duduk menyamping dibelakang dengan tangan kiri memeluk karton dan beras ada di pangkuan, jatuh kebelakang. Yang aku ingat kepalaku terseret ditrotoar, beras tumpah tepat dimuka dan telapak tangan menahan badan. Kejadiannya cepat banget. Aku langsung berdiri dan berteriak “Astagfirullahaladzim.. Kunaon ari si bapak teh teu ningali!.”

Ayah! mana ayah! oh itu ayah jatuh. waktu ayah bangun rasanya lega. Helm yang ayah pakai juga terlempar agak jauh.

Bapak-bapak itu juga jatuh, duduk ditengah jalan. Beberapa warga  ada yang melihat langsung mengangkat bapak itu ke pinggir jalan. mereka juga bingung kenapa si bapak itu nekat menyebrang.

Ayah membangunkan motor lalu dipindahkan kepinggir jalan. Ayah menghampiri bapak itu. Aku juga.

Ayah : “aya nu karaos teu?”

Bapak itu : “ieu (nunjuk ke lutu.”

Ayah : “Ari bapak teh kunaon atuh teu ningali meuntas teh?”

Bapak itu : “lamun bapak lalaunan mah bisa eureun!”

Ayah : “pan kosong! jadi saya ge kebut! Ari bapak lamun nyebrang teh ningali heula, kiri kanan. abdi ge lamun bapak rek nyebrang maenya we atuh ngebut.”

Bapak itu : (diam, kebingungan)

Ayah : “nya atos we atuh hampura abdinya. ngke mah ningali heula”

Bapak itu : (ngangguk)

Ayah kembali ke motor. Aku mulai merasa ada yang perih di tangan. tapi biarlah! Aku tanya ayah.

Aku : “gak papa yah?”

Ayah : “enggak, cuman ini bahu agak sakit. dita ada yang sakit?”

Aku : “enggak, cuman tangan ada yg perih dikit”

Kami melanjutkan perjalanan. Diperjalanan.. rasanya aku ingin menangis. kecelakaan seperti ini baru pertama kali aku alami.

Aku : “pelan-pelan aja yah, gak papa telat juga”

Setelah sampai dan ayah sudah pulang barulah aku lihat bagian yang perih itu. ternyata berdarah! Ah! pantes perih banget pas kena angin. Tapi udahlah, nanti aja di obatinnya.

Akang Eceu panitianya juga sudah menunggu. Maba Faperta juga sudah baris rapi. Aku pun masuk barisan.

Tidak lama kemudian aku dan Maba yang lain masuk ke Universitas Padjajaran jl.dipatiukur. Luka itu semakin perih. Tidak ada yang tau aku terluka. aku menyembunyikannya.

Maba : “hey itu kenapa bajunya kotor?”

Aku : “oh iya, ya ampun!”

Maba : “jatuh ya? dimana?”

Aku : “iya tadi jatuh”

Maba : “ko bisa?”

Aku : “Tadi nabrak orang, terus jatuh deh”

Maba : “Ya ampun, naik motor? terus gak papa yang ditabraknya?”

Aku : “iya motor, gak papa”

Maba : “ke medik gih, berdarah gitu”

Aku : “mau ke wc aja deh”

Aku minta izin ke wc sama kaka panitianya. di wc aku kebingungan harus diapain nih lukanya. Ada kaka panitianya yang liat luka aku itu. dia langsung suruh aku ke medik. mau ga mau harus ikut. Pos medik itu ada di belakang kelompok 9. sementara aku kelompok 4. aku dan kaka panitia itu melewati kelompok-kelompok yang banyak itu. hasilnya mereka ngeliatin dan berbisik. Oh no!

Selesai diobati, aku kembali kebarisan. aku pikir sudah beres tidak akan ada lagi yang bertanya-tanya soal luka atau jatuh. eh ternyata, Maba dibelakangku bilang…

Maba : “jatuh ya?”

Aku : “hah, iya kenpa tau?”

Maba : “ini baju di belakangnya kotor banget”

Aku : “oh tuhaaan..”

beruntung acaranya hanya mendengar sambutan saja. jadi tidak banyak yang melihat.

Acara selesai. dan pulang. Akhirnyaaaa..

Sampai rumah. bibi bilang ada tulang di bahu bapak yang ngejendul. oh ya ampun. separah itu kah? tapi sekarang lagi ke tukang urut. Semoga baik-baik saja..

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

berisik yaa ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tanggalan Masehi

August 2010
M T W T F S S
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Yang Baru Ditulis

Yang Paling Top

  • None

Ketemu Juga Sama Aku di..


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.